polresmateng.com

Sosialisasi Dan Peningkatan Partisipasi Masyarakat Dalam Menolak Premanisme Berkedok Ormas Di Mamuju Tengah

Mamuju Tengah – Polres Mamuju Tengah terus berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menolak segala bentuk premanisme, terutama yang berkedok organisasi kemasyarakatan (ormas). Melalui sosialisasi yang masif, kepolisian mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak takut melapor dan berani menolak praktik premanisme yang merugikan keamanan serta ketertiban wilayah.

Dalam kegiatan ini, Humas Polres Mamuju Tengah bersama jajaran kepolisian turun langsung ke lapangan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, dan pelaku usaha terkait modus-modus premanisme yang sering terjadi. Ditekankan bahwa ormas sejatinya adalah wadah untuk membangun dan mengayomi masyarakat, bukan untuk menekan atau memeras dengan dalih kepentingan kelompok tertentu.

Selain itu, kepolisian juga mensosialisasikan berbagai langkah yang dapat diambil oleh masyarakat apabila menemukan tindakan premanisme, salah satunya melalui layanan darurat 110. Layanan ini dapat dimanfaatkan oleh warga, khususnya pelaku usaha dan investor, untuk segera melaporkan tindakan premanisme yang mengganggu kegiatan ekonomi maupun kehidupan sosial mereka.

Kapolres Mamuju Tengah AKBP Hengky Kristano menegaskan bahwa pihak kepolisian tidak akan memberi ruang bagi aksi premanisme yang mengatasnamakan ormas. “Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menolak segala bentuk premanisme dan tidak segan untuk melaporkan apabila menemukan tindakan yang mengganggu ketertiban umum. Kepolisian siap memberikan perlindungan dan menindak tegas pelaku yang terbukti melakukan aksi premanisme,” tegasnya.

Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban bersama serta tidak mudah terintimidasi oleh oknum-oknum yang menyalahgunakan nama organisasi. Mari bersama-sama wujudkan Mamuju Tengah yang aman, damai, dan bebas dari premanisme!

Humas Polres Mateng